A.
Pengertian Sistem Informasi berbasis Komputer
Menurut
Kertahardi (dalam Fatta, 2007) sistem informasi manajemen adalah suatu alat
untuk menyajikan informasi dengan cara sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi
penerimanya. Tujuannya adalah untuk menyajikan informasi guna pengambilan
keputusan pada perencanaan, pemekrasaan, pengorganisasian, pengendalian
kegiatan operasi subsistem suatu perusahaan, dan menyajikan sinergi organisasi
pada proses.
Sistem
informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan
teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah
organisasi, Alter (dalam Anggadini, 2017).
Sistem
Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS)
merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang
berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung
pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.
Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi,
sistem, sistem informasi dan basis komputer.
B.
Evolusi Sistem Informasi berbasis Komputer
Evaluasi
sistem informasi berbasis komputer dapat dilakukan dengan cara berbagai dan
pada tingkatan berbeda, tergantung pada tujuan evaluasi. Tujuan evaluasi antara
lain, untuk menilai kemampuan teknis suatu sistem, pelaksanaan operasional, dan
pendayagunaan sistem.
Evaluasi
fungsi sistem informasi meliputi manajemen dan pengoperasian pengolahan
informasi. Adapun ruang lingkup yang termasuk dalam evaluasi fungsi sistem ini
adalah:
1.
Manajemen fungsi pengolahan informasi
2.
Penetapan karyawan pengolahan informasi
3.
Proses pengembangan untuk aplikasi baru
4.
Pengoperasian
5.
Pengendalian dan pengamanan
Manajemen fungsi pengolahan
informasi, hal – hal yang perlu dievaluasi diantaranya:
1.
Pengembangan dan pemeliharaan suatu rencana induk
pengembangan
2. Anggaran
dan prosedur lain untuk alokasi sumber daya dan pengendaliannya
3. Prosedur
laporan manajemen untuk mengidentifikasi dan memperbaiki pelaksanaan yang
kurang memuaskan
Pengendalian dan pengamanan, hal
– hal yang perlu di evaluasi adalah:
1.
Prosedur pengendalian mutu
2. Pengamanan
ruang komputer, file, program, dsb
3. Penyediaan
pencadangan (back up) untuk file
4. Rencana
penyesuaian (contygensi) untuk kegagalan peralatan
Evaluasi fungsi sistem informasi
bisa dikerjakan oleh:
1.
Tim audit khusus yang dikumpulkan untuk maksud ini
yang diambil dari antara eksekutif organisasi
2. Tim audit
intern yang mengerjakan audit oprasional
3. Organisasi
konsultan luar
Evaluasi
sistem perangkat keras dan lunak yang masih berlaku bertujuan untuk:
1.
Untuk menentukan apakah sumber daya diperlukan
2. Apakah
sumber daya sistem yang harus diganti
3. Apakah
pengaturan kembali sumber daya akan memperbaiki daya guna sistem
C.
Lingkup Data
1.
Hierarki data
urutan sebuah data. Hierarki
membentuk sesuatu pada beberapa aturan yang khusus atau berdasarkan peringkat
(misalnya kompleksitas dan tanggung jawabnya). Berdasarkan tingkat kompleksitas
nilai data, tingkatan data dapat disusun kedalam sebuah hirarki, mulai dari
yang paling sederhana hingga yang paling komplek.
2.
Pemprosesan data
a.
Batch
Batch
processing adalah suatu model pengolahan data, dan diatur pengelompokkan
datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan
identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam
batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu,
data-data tersebut akan langsung diproses.
Memproses
transaksi dalam kelompok atau batch. Tidak ada interaksi pengguna diperlukan
sekali batch processing sedang berlangsung. Ini membedakan batch processing
dari proses transaksi, yang melibatkan transaksi pengolahan satu per satu dan
membutuhkan interaksi pengguna. Sementara batch processing dapat dilakukan
setiap saat, itu sangat cocok untuk mengakhiri-of-siklus pengolahan, seperti
untuk memproses laporan bank pada akhir hari, atau menghasilkan gaji bulanan
atau dua mingguan.
b.
Online
Online
adalah sebagai data yang sebagai
refleksi langsung diproses saat dimasukkan, pengguna biasanya hanya harus
menunggu waktu yang singkat untuk jawaban. (ex. game, pengolah kata, sistem
pemesanan). Pengolahan interaktif atau online mengharuskan pengguna untuk
memasok input.
Keuntungan:
Interaktif atau pengolahan online memungkinkan pengguna untuk input data dan
mendapatkan hasil dari pengolahan data yang segera
c.
Real time
Real time
Input terus menerus, secara otomatis diperoleh dari sensor, misalnya, yang
segera diproses untuk menanggapi masukan dalam waktu sesedikit mungkin. Setelah
sistem ini selesai menanggapi membaca set berikutnya input data segera
memproses itu. Sistem ini tidak memerlukan pengguna untuk mengontrolnya, ia
bekerja secara otomatis.
Keuntungan:
Setiap kali ada reaksi cepat diperlukan karena beberapa jenis perubahan,
pengolahan real time dapat mengambil tindakan tanpa perlu pengguna atau waktu
proses yang lama terlebih dahulu
3.
Penyimpanan data
a.
DASD
DASD atau
Direct Access Storage Device merupakan suatu organisasi atau penyusunan data di
suatu medium penyimpanan yang memungkinkan catatan-catatan ditulis dan dibaca
tanpa pencarian secara berurutan. Untuk mengakses data tersebut digunakan
metode akses langsung yaitu magnetic disk, magnetic tape, optical laser disk.
b. SASD
SASD atau
Sequential Access Stroge Device merupakan data penyimpanan untuk dimasukan
kedalam sebuah catatan yang telah disusun tertentu yang merupakan jenis memory
eksternal mempunyai akses data secara tidak langsung (berurutan).
D.
Database
Database
adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa
menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data
tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri
basis data tersebut sistem manajemen basis data (database management system,
DBMS).
Konsep
dasar dari baris data adalah kumpulan dari catatan – catatan atau potongan dari
pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta
yang tersimpan didalamnya. Penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan objek yang diwakili suatu basis data,
dan hubungan diantara objek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasikan
skema atau memodelkan struktur basis data ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umu
digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilahnya mewakili
semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap
label terdiri dari baris dan kolom.
Istilah
database mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan
perangkat lunak seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data. Jika
konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah
basis data untuk kedua arti tersebut.
Jadi
secara konsep basis data atau database adalah kumpulan dari data-data yang
membentuk suatu berkas (file) yang saling berhubungan (relation) dengan
tatacara yang tertentu untuk membentuk data baru atau informasi. Atau basis
data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan (relasi)
antara satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan skema atau
struktur tertentu. Pada komputer, basis data disimpan dalam perangkat hardware
penyimpan, dan dengan software tertentu dimanipulasiunruk kepentingan atau
keguanaan tertentu. Hubungan atau relasi data biasanya ditunjukkan dengan kunci
(key) dari tiap file yang ada. Data merupakan fakta atau nilai (value) yang
tercatat atau merepresentasikan deskripsi dari suatu objek. Data yang merupakan
fakta yang tercatat dan selanjutnya dilakukan pengolahan (proses) menjadi
bentuk yang berguna atau bermanfaat bagi pemakainya akan membentuk apa yang
disebut informasi. Bentuk informasi yang kompleks dan teritegrasi dan
pengolahan sebuah database dengan komputer akan digunakan untuk proses pengambilan
keputusan pada manajemen akan membenuk Sistem Informasi Manajemen (SIM), data
dalam basis data merupan item terkecil dan terpenting untuk membangun basis
data yang baik dan valid.
Data
dalam basis data bersifat integrated dan
shared:
1. Terpadu (integrated), berkas – berkas data yang
ada pada basis data saling terkait (terjadi dependensi data)
2. Berbagai
data (shared), data yang sama dapat
dipakai oleh sejumlah pengguna dalam waktu yang
bersamaan. Sering dinamakan sebagai sistem multiuser
Tujuan
dari diakannya database:
1.
Menyediakan penyimpanan data untuk dapat digunakan
oleh organisasi saat sekarang dan masa datang
2. Sebagai
cara pemasukan data sehingga memudahkan tugas operator dan menyangkut pula
waktu yang diperlukan oleh pemakai untuk mendapatkan data serta hak – hak yang
dimiliki terhadap data yang ditangani
3. Pengendalian
data untuk setiap siklus agar data selalu up to date dan dapat mencerminkan
perubahan spesifik yang terjadi disetiap sistem
4. Pengendalian
data untuk setiap kemungkinan penambahan, modifikasi, pencurian, dan
gangguan-gangguan lain.
Suatu bangunan database memiliki
jenjang sebagai berikut:
1.
Karakter, merupakan bagian data terkecil yang
berupa angka, huruf, atau karakter khusus yang membentuk sebuah item data atau
field.
2.
Field/ item, merupakan representasi suatu atribut
dan record yang sejenis yang menunjukan suatu aitem dari data.
3.
Record/rekaman, merupakan kumpulan dari field
membentuk suatu record. Record menggambarkan suatu unit data individu tertentu.
4.
File, merupakan kumpulan dari record-record yang
menggambarkan satu kesatuan data yang sejenis.
5.
Database, merupakan kumpulan dari file atau tabel
yaang membentuk suatu database.
Komponen-komponen
database adalah:
1. Hardware, sebagai pendukung operasi pengolahan
data seperti CPU, memori, disk, terminal dan sebagainya
2. Software sistem informasi seperti windows 9x,
windows 2000/XP, linux, dan unix
3.
Software pengelola basis data seperti ms-access, SQL, oracle
4.
Software program aplikasi seperti visual basic,
delphi, visual foxpro
5.
Basis data
6.
Pemakai / pengguna basis data
Kelebihan dan kekurangan
database:
1. Memiliki kemampuan yang baik
untuk melakukan manajemen sistem database
Kelebihan
Database Oracle yang pertama adalah mampu untuk melakukan manajemen sistem data
dengan baik. Hal ini memungkinkan user ataupun programmer yang menggunakan
Database Oracle dapat melakukan manajemen basis data dengan baik danga
sempurna.
2. Jumlah data dan juga angka
yang dihandle sangat besar
Sesuai
dengan sejarah yang sudah pernah dituluskan oleh Oracle pada awal berdiri,
sistem Database Oracle mampu untuk menghandel data dan juga angak dalam jumlah
yang sangat besar, sehingga penggunaan dari Database Oracle sangat efektif
untuk ditanamkan pada perusahaan – perusahaan dengan skala besar dan
multicorporate. Dengan penggunaan Database Oracle, maka semua data yang
dimiliki oleh perusahaan besar tersebut mampu untuk dihandle dengan mudah dan
juga cepat.
3. Dapat mengolah data dengan
cepat dan akurat
Pengolahan
data yang dapat dilakukan oleh Database Oracle merupakan salah satu pengolahan
data yang cepat dan juga akurat. Yang penting adalah, anda sebagai user ataupun
programmer yang menggunakan Database Oracle mengerti cara mengoperasikannya,
maka hasil dar pengolahan data akan muncul secara akurat tanpa ada kesalahan.
Selain tu, berkat spesifikasi yang tinffi dari Oracle, sistem manajemen basis
data ini juga dapat bekerja lebih cepat dbandingkan sistem DBMS yang lainnya.
4. Memiliki kemampuan untuk
melakukan cluster server
keunggulan
dari Database Oracle, yang mungkin tidak dimiliki oleh vendor DBMS lainnya.
Database Oracle mampu untuk mengimplementasikan manaemen basis data ynag
bersumber dari multi server, atau yang dalam istilah Database Oracle disebut
sebagai Technology Cluster Server. Hal ini memungkinkan Database Oracle dapat
melakukan manajemen data dengan menggunakan lebih dari 1 server. Apabila suatu
instansi memiliki 50 server, maka Database Oracle mampu untuk mengolah seluruh
data yang dimiliki oleh ke-50 server tersebut secara aktif, tanp ada gangguan
sama sekali.
5. Dapat melakukan management
User
Database
Oracle juga memilikki kelebihan lainnya, yaitu mampu untuk melakukan management
user. Hal ini berkaitan dengan pembatasan hak yang dimiliki oleh user, jadi
anda dapat melakukan hal tersebut dengan menggunakan Database Oracle.
Multi-Platform
Multi platform, berarti Database
Oracle bisa digunakan pada berbagai macam platform. Berbeda dengan Microsoft
SQL Server yang hanya bisa digunakan pada SIstem Operasi Windows saja, maka
Database Oracle bisa beroperasi pada SIstem Operasi lainnya, seperti Mac, dan
juga Linux.
7. Pemrosesan data yang cepat
Keunggulan
utama dari sistem basis data yang diberikan oleh Database Oracle adalah
pemosesan dari pengolahan data yang cepat. Hal ini akan membantu meningkatkan
efisiensi waktu dari suatu instansi, dan membuat banyak biaya penyelenggaraan
IT menjadi lebih kecil.
8. Memiliki kemampuan flashback
Flashback merupakan
kemampuan untuk melakukan restore ulang pada suatu database yang tidak sengaja
mengalami error, seperti mengalami mati listrik. Ketika anda melakukan
manajemen database, pekerjaan yang sudah anda lakukan akan tersimpan otomatis,
sehingga ketika mengalami masalah dengan komputer ataupun mengalami mati
listrik, pekerjaan anad bisa di-restore kembali dengan menggunaan fitur
flashback ini.
E. Peranan database dan DBMS dalam memecahkan masalah
dalam psikologi
Seorang psikolog yang
bekerja dirumah sakit, dan sekaligus bekerja sebagai psikolog yang menangani
permasalahan yang terjadi disekolah. Begitu
banyak klien yang ditangani oleh psikolog tersebut, dikarenakan psikolog tersebut bekerja di dua tempat yang berbeda. Ia
memelurkan komputer untuk menyimpan data-data klien nya. Karena hasil dari
konseling dengan ia, benar-benar sangat rahasia dan rahasia tersebut harus
terjaga dengan baik. Sangat diperlukannya database untuk menyimpan seluruh
hasil konseling klien nya tersebut. Dari konseling pertama hingga konseling
terakhir. Guna meninjau sejauh mana perkembangan klien dari setiap konseling
yang telah di jalankan bersama psikolog tersebut.
F. Sistem Pengolahan Data
Sistem
pengolahan data adalah suatu kesatuan yang saling berhubungan atau integrasi
untuk membentuk suatu sistem antara data, perangkat keras, perangkat lunak,
prosedur pengolahan, atau tenaga pelaksana.
Terdapat 4 jenis sistem
pengolahan data, yaitu:
1.
Sistem manual
Sistem
ini hanya terdiri atas orang, pulpen, pensil, dan buku besar untuk pembukuan
entry. Buku besar menggambarkan record dari operasi perusahaan.
2. Mesin
keydriven
Mesin
keydriven seperti cash register, mesin ketik, dan kalkulator meja meringankan
tugas pengurusan data yang besar. Mesin tersebut memberikan kemampuan untuk
membukukan aktivitas perusahaan ke buku besar dengan lebih cepat dan akurat
daripada yang dapat dilakukan oleh sistem manual.
3. Mesin
punched card
Dengan
cara yang sama, sejumlah organisasi yang besar mencatat transaksi mereka dalam
bentuk punched card (kartu berlubang) dan menggunakan mesin punched card untuk
melakukan pemeliharaan dan pengolahan file yang penting. Lubang pada kartu menggambarkan status perusahaan. Secara
praktis, semua mesin punched card telah digantikan oleh komputer.
4. Komputer
Sekarang semua organisasi
yang besar dan sebagian besar organisasi yang lebih kecil mengandalkan komputer
untuk melakukan mayoritas pengolahan data mereka.
Tujuan Sistem Pengolahan Data
Untuk menghasilkan dan
memelihara record perusahaan yang akurat dan up to date. Tidak seperti halnya
aplikasi komputer utama, yaitu MIS, DSS, OA, dan expert sistem, perusahaan
tidak memutuskan apakah ia akan menjalankan pengolahan data. Perusahaan telah
diberikan untuk memelihara record aktivitasnya. Elemen yang ada dalam
lingkungan, seperti pemerintah federal dan negara bagian di Amerika Serikat, pemegang
saham, dan lembaga keuangan menghendaki agar perusahaan melakukan pengolahan
data. Namun, walaupun lingkungan tidak menghendakinya, manajemen perusahaan
tetap saja akan melakukan sistem pengolahan data sebagai cara untuk mengontrol aktifitas
perusahaan.
G.
Sistem Informasi Manajemen
Sistem
informasi manajemen adalah sebuah sistem informasi pada level manajemen yang
berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan
dengan menyediakan resume rutin dan laporan-laporan tertentu, Fatta (2007).
Sistem
informasi manajemen adalah merupakan sistem yang mengolah serta
mengorganisasikan data dan informasi yang berguna untuk mendukung pelaksanaan
tugas dalam suatu organisasi, Rinaldi (2016).
Menurut
Raymond McLeod Jr (dalam Anggadini) sistem informasi manajemen adalah sebagai
suatu sistem berbasis komputer yang
menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan serupa.
Sistem informasi manajemen
adalah pendekatan yang terorganisir dan terencana untuk memberikan eksekutif
bantuan informasi yang memberikan kemudahan bagi proses manajemen, Komaruddin
(dalam Anggadini).
Proses
Manajemen
1.
Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai
suatu tujuan akhir tertentu adalah aktiifitas manajemen yang disebut
perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan
identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
2. Pengendalian, setelah rencana dibuat rencana
tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk
memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya.
3. Pengambilan
keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternatif disebut dengan proses
pengambilan keputusan. Fungsi manejerial ini merupakan jalinan antara
perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan
dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih
H. Sistem Penunjang Keputusan
Suatu
sistem informasi berbasis komputer yang dipakai untuk mendukung pengambilan
keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang
mengolah data menjad informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi
tersturktur yang spesifik.
Sistem
penunjuang keputusan adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan
pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasikan untuk masalah dengan
kondisi semi terstruktur dan tak
terstruktur, dimana tak seorang pun tahu secara pasti bagaimana
keputusan seharusnya dibuat, Turban (dalam Riadi, 2013).
Tahapan Sistem Penunjuang
Keputusan
1.
Definisi masalah
2.
Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan
3. Pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk lapora grafis maupun tulisan
4.
Menentukan alternatif-alternatifsolusi
Tujuan dari Sistem Penunjang Keputusan
1.
Membantu menyelesaikan masalah semi terstruktur
2. Mendukung
manajer dalam mengambil keputusan suatu masalah
3. Meningkatkan
efektifitas bukan efesiensi pengambilan keputusan.
Sprague dan Watson mendefinisikan
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) sebagai sistem yang memiliki lima
karakteristik utama yaitu (Sprague et.al, 1993):
1.
Sistem yang berbasis komputer.
2. Dipergunakan
untuk membantu para pengambil keputusan
3. Untuk
memecahkan masalah-masalah rumit yang mustahil dilakukan dengan kalkulasi
manual
4. Melalui
cara simulasi yang interaktif
5. Dimana
data dan model analisis sebaai komponen utama
Komponen Sistem Penunjang Keputusan:
1.
Database management, merupakan subsistem data yang
terorganisasi dalam suatu basis data. Data yang merupakan suatu sistem
pendukung keputusan berasal dari luar maupun dalam lingkungan. Untuk keperluan
SPK, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan
melalui simulasi.
2. Model
base, merupakan suatu model yang mereprenstasikan permasalahan kedalam format
kuantitatif sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan termasuk didalam
permasalahan, komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada, dan hal-hal
terkait lainnya. Model base memungkinkan pengambilan keputusan menganalisa
secara utuh dengan mengembangkan dan mengembangkan solusi alternatif.
3. User
interface / pengelolaan dialog, merupakan penggabungan antara dua komponen
sebelumnya yaitu database management dan model base yang disatukan dalam
komponen ketiga, setelah sebelumnya dipresentasikan dalam bentuk model yang
dimengertikomputer. User interface menampilakn keluaran sistem bagi pemakai dan
menerima masukan dari pemakai kedalam sistem pendukung keputusan.
Sumber
Fatta, H. I. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi.
Yogyakarta: CV. Andi Offset
http://jurnal.unikom.ac.id/_s/data/jurnal/volume-11-2/02-miu-11-2-sri-dewi.pdf/pdf/02-miu-11-2-sri-dewi.pdf.
diakses pada 6 Januari 2017
http://www.temukanpengertian.com/2013/08/pengertian-sistem-pengolahan-data.html#
. diakses pada 15 Januari 2017
file:///C:/Users/Personal/Downloads/bab8_sistem_pengolahan_data.pdf
. diakses pada 15 Januari 2017
https://id.scribd.com/doc/174185305/Pengolahan-Informasi-Evaluasi-Dan-Aplikasi-Sistem-Informasi-Berbasis-Komputer
. diakses pada 15 Januari 2017
https://id.wikipedia.org/wiki/Pangkalan_data
. Diakses pada 15 Januari 2017
http://www.kembar.pro/2016/01/pengertian-fungsi-dan-contoh-sistem-informasi-manajemen.html
. diakses pada 15 Januari 2017
Anggadini,
S. R. Analisis Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer dalam Proses
Pengambilan Keputusan. Jurnal Ekonomi. Vol 11. No 2. http://jurnal.unikom.ac.id/_s/data/jurnal/volume-11-2/02-miu-11-2-sri-dewi.pdf/pdf/02-miu-11-2-sri-dewi.pdf
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan
. diakses pada 15 Jaanuari 2017
Riadi, M.
(2013). http://www.kajianpustaka.com/2013/09/sistem-pendukung-keputusan-spk.html
. diakses pada 15 januari 2017
https://powawibi.wordpress.com/2015/11/10/sip-lingkup-data-cbis-computer-based-information-system/
. diakses pada 15 januari 2017







Tidak ada komentar:
Posting Komentar