1. Pekerjaan dan Waktu Luang
Pekerjaan adalah sebuah kegiatan aktif yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan sebuah karya bernilai imbalan dalam bentuk uang bagi seseorang. Dalam pembicaraan sehari-hari disebut sebagai profesi. Pekerjaan yang di kerjakan dalam kurun waktu yang lama disebut karier. Seseorang mungkin saja bekerja pada beberapa perusahaan selama karier nya tetap dengan pekerjaan yang sama.
a) Penyesuaian diri dalam pekerjaan
1) Kepuasan kerja
Tidak ada suatu batasan dari kepuasan kerja atau pekerjaan yang dirasakan yang paling sesuai oleh para penulis atau peneliti. Tenaga kerja yang puas dengan pekerjaannya merasa senang dengan pekerjaannya. Dan batasan Locke dapat disimpulkan adanya dua unsur yang penting dalam kepuasan kerja, yaitu nilai-nilai pekerjaan dan kebutuhan-kebutuhan dasar. Nilai-nilai pekerjaan merupakan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan tugas pekerjaan. Yang ingin dicapai adalah nilai-nilai pekerjaan yang di anggap penting oleh individu. Dikatakatan selanjutnya bahwa nilai-nilai pekerjaan harus sesuai atau membantu pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa kepuasan kerja merupakan hasil dari tenaga kerja yang berkaitan dengan motivasi kerja.
2) Perubahan dalam persediaan dan permintaan dan berganti pekerjaan
a. Keluar, ketidakpuasan kerja yang diiungkapkan dengan meninggalkan pekerjaan. Termasuk pekerjaan lain.
b. Menyuarakan, ketidakpuasan kerja yang diungkapkan melalui usaha aktif dan konstruktif untuk memperbaiki kondisi. Termasuk memberikan saran perilaku perbaikan.
c. Mengabaikan, ketidakpuasan kerja yang diungkapkan melalui sikap membiarkan keadaan menjadi lebih buruk. Misalnya sering absen, upaya berkurang, dan kesalahan yang di buat makin banyak.
d. Kesetiaan, ketidakpuasan kerja yang diungkapkan dengan menunggu secara pasif sampai kondisinya menjadi lebih baik.
b) Waktu luang
Memanfaatkan waktu luang dengan hal-hal yang positif dan berguna. Waktu luang mungkin terjadi pada perubahan gaya hidup, perubahan karier, pensiun, memiliki anak, meinggalkan rumah, atau lulus dari sekolah ataupun perguruan tinggi. Anda mungkin mencari cara untuk membuat waktu luang anda lebih baik dari menggunakan waktu luang yang anda miliki karena sudah terlepas di antara hal-hal yang anda lakukan dalam kesibukan anda sebelumnya.
Menggunakan waktu luang secara produktif dapat membantu anda untuk mengatasi ketidakmampuan untuk dapat bersantai-santai karena “untuk melakukan sesuatu” menggunakan waktu luang dengan cara yang terasa lebih bermanfaat bagi anda akan memastikan bahwa anda akan merasa lebih baik, terlibat penuh dalam kehidupan.
1) Buat rencana untuk mengisi waktu luang anda
Jangan anda berpikir dalam hal apa yang anda pikir harus lakukan, tetapi apa yang membuat anda merasa lebih produktif, terlibat dan puas dalam hidup. Berikut adalah beberapa perencanaan mungkin bagi anda:
Ø Tuliskan daftar hal-hal yang anda ingin lakukan dalam waktu luang anda. Membuat jurnal tentang kehidupan anda dan mencakup bagaimana anda ingin menjadi lebih hidup.
Ø Pastikan untuk menggambarkan aktifitas, anda sedang mencoba di waktu luang anda sehingga anda bisa mengevaluasi mana yang layak dilakukan atau tidak.
Ø Buat papan validasi yang menetapkan cara-cara di mana anda ingin menghabiskan waktu luang di masa depan.
2) Tinggalkan hal-hal kurang bermanfaat
Jika anda ingin merasakan waktu luang anda benar benar berguna, maka anda harus memasukan hal-hal berguna tidak luput dari semangat didalamnya. Alasan untuk ini adalah bahwa waktu luang anda diperlukan untuk menyegarkan anda dan meningkatkan energi anda kreatifitas anda, dan rasa percaya diri anda. Jika membiarkan kegiatan duniawi biasa di kehidupan sehari-hari menyusup ke waktu luang anda dengan dalih semoga menjadi perjalanan berguna, anda tidak akan mendapatkan apa-apa dari waktu luang anda dan anda akan memiliki batasan yang sangat longgar antara waktu bebas dan sisa waktu anda, sehingga bisa men devaluasi waktu luang anda.
3) Memperluas zona kenyamanan
Salah satu cara yang bagus untuk mendapatkan dan menggunakan waktu luang menjadi berguna adalah hal-hal baru, menemukan sesuatu yang dirasa bahwa anda memiliki dimensi kepada diri sendiri yang bahkan anda tidak menyadari sebelumnya. Dengan melangkah diluar zona kenyamanan anda waktu luang anda menjadi menjadi perjalanan yang berguna, membantu anda untuk tumbuh dan penemuan diri. Selain itu juga dapat membantu anda untuk tetap tertarik dengan memicu rasa ingin tahu anda dan memperlua kesadaran anda. Beberapa hal yang mungkin dipertimbangkan untuk melakukan ini meliputi:
Ø Mencoba hal-hal baru
Ø Melakukan yang anda suka pada masa lalu
Ø Menikmati tantangan yang terlibat dalam memperbarui minat anda
Ø Tuliskan sesuatu yang merangsang dan berenergi
Ø Carilah kegiatan dan pengalaman yang akan membawa anda
2. Self Directed Changes
Dalam meningkatkan kontrol diri, beberapa ahli mengangap bahwa pada usia remaja kontrol diri sudah mencapai akhir perkembangan, penelitian membuktikan bahwa kontrol diri yang rendah pada masa remaja berhubungan dengan kontrol diri dapat ditingkatkan melalui beberapa cara berfikir yang saling berhubungan:
ü Global processing, mencoba fokus pada gambaran besar dari tujuan hidup atau cita-cita kita, sehingga setipa kegiatan atau tindakan kita dilihat sebagai bagian dari pencapaian tujuan akhir.
ü Abstrac listening, mencoba menolak detik-detik dalam situasi khusus untuk membawa kita berfikir bagaimana tindakan kita sesuai dengan rencana kerja kita secara keseluruhan.
ü High level categorization, berfikir tentang konsep tingkat tinggi daripada keadaan yang khusus atau sesaat. Katagorisasi tugas dapat membantu kita untuk mengatur fokus dan mencapai disiplin diri yang lebih besar.
a) Konsep dan penerapan self directed changes
1) Meningkatkan kontrol diri
Mendadarkan diri pada kesadaran bahwa pada setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan kondisi yang dimiliki setiap manusia. Itu dapat terjadi sebagai akibat perubahan dalam struktur kognitif yang dihasilkan oleh perubahan struktur kognitif itu sendiri atau perubahan kebutuhan juga adanya motivasi internal belajar yang efektif.
2) Menetapkan tujuan
Dimaksudkan untuk menjaga individu agar tetap tertuju pada proses pembelajaran, dalam arti dapat mengetahui dan mampu secara mandiri menetapkan mengenai apa yang ingin dipelajari dalam mencapai kesehatan mental, serta tahu akan kemana tujuan hidupnya, cakap dalam mengambil keputusan dan mampu berpartisipasi di masyarakat dan akan mampu mengarahkan dirinya.
3) Pencatatan perilaku
Menguatkan perilaku ulang kalau individu merasa bisa mengambil manfaat dari perilaku yang pernah dilakukan sebelumnya, kemungkinan lain yang bisa menjadikan seseorang mengulang perilaku sebelumnya karena merasa senang dengan apa yang pernah dilakukan.
4) Menyaring antaseden perilaku
Bisa membagi perilaku sasaran ke dalam perubahan serta membantu individu agar lebih siap dalam mempelajari perilaku tersebut. Pemahaman akan antaseden perilaku membantu individu agar dapat dengan tepat memilih nilai-nilai dan merencakan strategi.
5) Menyusun konsekuensi yang efektif
Pemahaman dalam arti sehat mental dapat menentukan perubahan pada individu dalam melakukan mobilitas untuk melakukan segala sesuatu aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh manusia, dalam menanggapi stimulus lingkungan, yang meliputi aktifitas motoris, emosional, dan kognitif dalam mencapai kematangan mental.
6) Menerapkan perencanaan intervensi
Membawa perubahan, tentunya ada perubahan yang lebih baik. Dalam arti pemahaman nilai-nilai, karakter/watak dan cara berperilaku secara individual. Dalam arti kita harus lebih memahami cara berperilaku pada kegiatan proses pembentukan watak dan pembelajaran secara terencana.
7) Evaluasi
Faktor yang penting untuk mencapai kematangan pribadi, sedangkan salah satu faktor penting untuk mengetahui keefektivan adalah evaluasi baik terhadap proses maupun hasil pembelajaran.
Sumber: