Minggu, 15 Januari 2017

Tugas Sistem Informasi Psikologi (tugas 4)

Artifical Intelligence (AI)

A. Sejarah AI




Istilah AI dikemukakan pada tahun 1956 di konferensi darthmount. Sejak saat itu, AI terus dikembangkan sebab berbagai penelitian mengenai teori-teori dan prinsip-prinsipnya juga terus berkembang. Meskipun AI baru muncul pada tahun 1956 tapi teori-teori yang mengarah ke AI sudah muncul sejak tahun 1941. Berikut adalah tahapan-tahapan teori dalam AI:
1.  Era Komputer Elektronik (1941)
Pada tahunn 1941 telah ditemukan alat penyimpanan dan pemprosesan informasi. Penemuan tersebut dimanakan komputer eletronik dan dikembangkan di USA dan Jerman. Saat itu komputer membutuhkan ruangan yang luas, AC yang terpisah dan melibatkan ribuan kabel untuk menjalankan suatu program. Itu tentu sangat merepotkan programmer dalam membuat program. Pada tahun 1949, berhasil menemukan komputer yang mampu membuat pekerjaan memasukan program menjadi lebih mudah. Penemuan ini  menjadi dasar pengembangan yang mengarah ke AI.
2.  Masa Persiapan (1943-1956)
Pada tahun 1943, Warren  Mc Culloch dan Malter Pitts berhasil membuat suatu model sel syaraf tiruan di mana setiap neuron digambarkan sebagai on dan off.mereka menunjukan bahwa setiap fungsi dapat dihitung dengan suatu jaringan sel syaraf dan bahwa semua hubungan logis dapat diimplementasikan dengan struktur jaringan sederhana pada tahun 1950 , Nobert Wiener membuat penelitian mengenai prinsip prinsip teori feedback. Contoh yang terkenal adalah thermostat . Penemuan ini yang merupakan awal dari perkembangan AI. Pada tahun 1956 John McCarhty membuat sebuah team utuk membantunya melakukan penelitian dalam bidang automata , jaringan syaraf dan mempelajari intelligence. Hasilnya adalah program yang mampu berpikir non-numeric dan menyelsaikan masalah pemikiran , yang dinamakan principia mathematica. Hal ini menjadikan john McCarthy disebut sebagai fathre of AI
3.  Awal Perkembangan (1952-1969)
Pada tahun pertama perkembangannya , AI mengalami banyak kesuksesan. Diawali dengan kesuksesan Newel dan Simon dengan sebuah program disebut General Problem Solver. Program ini dirancang untuk memlulai penyelesaian masalah secara manusiawi. Pada tahun 1958 McCarthy di MIT AI lam mendefinisikan bahasa pemograman tingkat tinggi yaitu LISP, yang sekarang mendominasi pembuatan program program AI. pada tahun 1959 keluarlah sebuah program AI yaitu Geometry Theorm Prover  yang dapat membuktikan suatu teorama teorama menggunakan axioma-axioma yang ada.Pada tahun 1968 , Program analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometris yang ada pada tes IQ.
4.  Perkembangan AI Melambat (1966-1974)
Prediksi Herbert Simon pada tahun 1957 menyatakan bahwa AI akan menjadi ilmu pengetahuan yang berkembang dengan pesat ternyata meleset pada tahun tahun ini perkembangan AI menjadi sangat lambat
5.  AI menjadi sebuah Industri (1980-1988)
Industrialisasi AI di awali dengan ditemukan expert system (sistem pakar) yang dinamakan R1 yang mampu mengkonfigurasi sistem-sistem komputer baru.

B. AI dan Kognisi Manusia (Mesin Berpikir)




Artifical Intellegence merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas (H. A. Simon, 1987).
Kecerdasan buatan merupaka studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich & Knight, 1991).
Kecerdasan buatan merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam mempresentasikan pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristik atau dengan berdasarkan sejumlah aturan.
Lalu bagaimana dengan kognisi manusia? Kognisi manusia sebagai proses mental, karena kognisi manusia mencerminkan pemikiran dan tidak dapat diamati secara langsung. Oleh karena itu, kognisi tidak dapat diukur secara langsung, namun melalui perilaku yang ditampilkan dan dapat diamati. Misalnya kemampuan anak  untuk mengingat angka 1 – 20, atau kemampuan untuk menyelesaikan teka – teki, kemampuan menilai perilaku yang patut dicontoh ataupun yang tidak patut dicontoh.
Proses berpikir manusia tentunya melibatkan otak dan syaraf-syarafnya sebagai alat berpikir manusia oleh karena itu untuk menyelidiki fungsi otak dalam berpikir manusia maka berkembanglah neurosains kognitif. Hasil penelitian yang dilakukan oleh kedua bidang ilmu tersebut banyak dimanfaatkan oleh ilmu robot dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Proses kognitif menggabungkan antara informasi yang diterima melalui indera tubuh manusia dengan informasi yang telah disimpan di ingatan jangka panjang. Kedua informasi tersebut diolah di ingatan kerja yang berfungsi sebagai tempat pemrosesan informasi. Kapabilitas pengolahan ini dibatasi oleh kapasitas ingatan kerja dan faktor waktu. Proses selanjutnya adalah pelaksanaan tindakan yang telah dipilih. Tindakan dilakukan mencakup proses kognitif dan proses fisik dengan anggota tubuh manusia (jari, tangan, kaki, dan suara). Tindakan dapat juga berupa tindakan pasif, yaitu melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya.

C. AI dan Sistem Pakar




Sistem pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.
Kelebihan sistem pakar:
1.   Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli
2.   Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis
3.   Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar
4.   Meningkatkan output dan produktifitas
5.   Meningkatkan kualitas
6.   Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar
7.   Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya
8.   Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan
9.   Memiliki reliabilitas
10.        Meningkatkan kapabilitas sistem komputer
11.        Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian
12.        Sebagai  media pelengkap dalam pelatihan
13.        Meingkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah
14.        Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan

Kelemahan sistem pakar:
1.   Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memelihara relatif mahal karena diperlukan banyak data
2.   Perlu admin khusus yang selalu update informasi dalam bidang yang sesuai dengan sistem pakar.
3.   Pengembangan perangkat lunak sistem pakar lebih sulit dibandingkan perangkat lunak konvensional.
4.   Susah dikembangkan
5.   Membutuhkan waktu yang lama

Contoh sistem pakar:
1.   Mycin     : diagnosa penyakit
2.   Dendral  : mengidentifikasi struktur molekul campuran kimia yang tidak di kenal
3.   Xcon & xsel: konfigurasi sistem komputer besar
4.   Prospector        : bidang biologi

Sistem pakar yang akan dijelaskan pada pembahasan kali ini adalah Eliza, Parry dan Net Talk.
a)   Eliza
Eliza adalah salah satu Sistem Pakar yang paling awal dikembangkan. Ini adalah program komputer terapis yang dibuat oleh Joseph Weizenbaum di MIT. Pengguna berkomunikasi dengannya sebagaimana sedang berkonsultasi dengan seorang terapis. Berikut ini adalah contoh percakapan antara Eliza dengan seorang klien (Lestari, 2012):

Eliza : “Hello. I am ELIZA. How can I help you?”
Klien : “My name is Balza.”
Eliza : “I have told you before, I do not care about names.”
Klien : “I don’t have any money. That’s my problem.”
Eliza : “Why do you say your problem?”
Klien : “Because you asked me.”
Eliza : “Do any other reasons not come to mind?”
Klien : “No.”
Eliza : “You are being a bit negative.”
Klien : “Why?”
Eliza : “Please go on.”
Klien : “OK. I am bankrupt.”
Eliza : “How long have you been bankrupt?”
Klien : “A year.”
Eliza : “Please go on.”
Klien : “So, what should I do?”
Eliza : “Does that question interest you?”
Klien : “Yes, how can I make big money?”
Eliza : “You are sure?”
Klien : “Of course I’m sure.”

b)  Parry
Parry adalah sistem pakar yang juga paling awal dikembangkan di Stanford University oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, yang mensimulasikan seorang paranoid. Berikut ini contoh respon Parry terhadap pertanyaan seorang psikiater yang menginterviunya (Lestari, 2012):

Psikiater       : “Why are you in the hospital?”
Parry            : “I shouldn't be here.”
Psikiater       : “Who brought you here?”
Parry            : “The police.”
Psikiater       : “What trouble did you have with the police?”
Parry            : “Cops don't do their job.”
Psikiater       : “What do they do instead?”
Parry            : “Cops arrest the wrong people.”
Psikiater       : “They arrest the right ones sometimes”
Parry            : “The law should get those Italian crooks.”
Psikiater       : “Are you Italian?”
Parry            : “My background is British but I was born in this country.”
Psikiater       : “Do you know any Italian crooks?”
Parry            : “I try to avoid the underworld.”

c)   NetTalk
NetTalk merupakan hasil penelitian Terrence Sejnowski dan Charles Rosenberg pada pertengahan 1980 mengenai jaringan saraf tiruan. NetTalk adalah sebuah program yang berdasarkan pada jaring-jaring neuron dengan membaca tulisan dan mengucapkannya keras-keras. NetTalk membaca keras-keras dengan cara mengkonversi tulisan menjadi fonem-fonem, unit dasar dari suara sebuah bahasa.

D. Penggunaan AI sebagai expert system yang dapat digunakan untuk mendukung system pengambilan keputusan (Diagnosa).






Sebelum membahas mengenai penggunaan artifical intellegence sebagai expert system untuk menndukung sistem pengambilan keputusan (diagnosa), berikut ini adalah kategori problem sistem pakar:
1.   Interpretasi
Membuat kesimpulan atau deskripsi dari sekumpulan data mentah. Pengambilan keputusan dari hasil observasi, termasuk pengenalan ucapan, analisis citra, interpretasi sinyal.
2.   Prediksi
Memproyeksikan akibat-akibat yang dimungkinkan dari situasi-situasi tertentu.
3.   Diagnosis
Menentukan sebab malfungsi dalam situasi kompleks yang didasarkan pada gajala-gejala yang teramati diagnosis medis, elektroniks, mekanis.
4.   Perancangan
Menentukan konfigurasi kompenen-komponen sistem yang cocok dengan tujuan-tujuan kinerja tertentu yang memenuhi kendala-kendala tertentu.
5.   Perencanaan
Merencakan serangkaian tindakan yang akan dapat mencapai sejumlah tujuan dengan kondisi awal tertentu.
6.   Monitoring
Membandingkan hasil pengamatan dengan kondisi yang diharapkan.
7.   Debugging
Menentukan dan menginterpretasikan cara-cara untuk mengatasi malfungsi.
8.   Instruksi
Mendeteksi dan mengoreksi defesiensi dalam pemahaman domian subjek.
9.   Kontrol
Mengatur tingkah laku suatu environment yang kompleks.

E. Contoh kasus
Dalam kategori sistem pakar, terdapat diagnosis. Contoh diagnosis medis:

Diagnosa penyakit Tyfus:
“apakah anda merasakan demam atau panas yang sangat tinggi Ya/Tidak?” Ya
“apakah anda sakit kepala Ya/Tidak?” Ya
“apakah anda merasakan nyeri otot Ya/Tidak?” Ya
“apakah anda kehilangan nafsu makan Ya/Tidak?” Ya
“apakah anda meradakan diare Ya/Tidak? ” Ya

Penyakit anda adalah TYFUS.

F.   Sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pakar . di akses pada 15 januari 2017
Lestari, D. (2012). Definisi sistem pakar. http://www.ummi.ac.id/ti/detail_jurnal. php?page=ZGV0YWlsX2p1cm5hbHBocA==&no=VG5jOVBRPT0=.diakses. Arsip Teknik Informatika UMMI. Diakses 15 januari 2017
Rohman, F., F & Fauzijah, A. (2008). Rancang bangun aplikasi sistem pakar untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak. Media Informatika, 6, 1, 1-23, 0854-4743. Universitas Islam Indonesia: Yogyakarta

Tugas Sistem Informasi Psikologi (tugas 3)

A.     Pengertian Sistem Informasi berbasis Komputer
Menurut Kertahardi (dalam Fatta, 2007) sistem informasi manajemen adalah suatu alat untuk menyajikan informasi dengan cara sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerimanya. Tujuannya adalah untuk menyajikan informasi guna pengambilan keputusan pada perencanaan, pemekrasaan, pengorganisasian, pengendalian kegiatan operasi subsistem suatu perusahaan, dan menyajikan sinergi organisasi pada proses.
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi, Alter (dalam Anggadini, 2017).
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer.


B.     Evolusi Sistem Informasi berbasis Komputer
Evaluasi sistem informasi berbasis komputer dapat dilakukan dengan cara berbagai dan pada tingkatan berbeda, tergantung pada tujuan evaluasi. Tujuan evaluasi antara lain, untuk menilai kemampuan teknis suatu sistem, pelaksanaan operasional, dan pendayagunaan sistem.

Evaluasi fungsi sistem informasi meliputi manajemen dan pengoperasian pengolahan informasi. Adapun ruang lingkup yang termasuk dalam evaluasi fungsi sistem ini adalah:
1.               Manajemen fungsi pengolahan informasi
2.              Penetapan karyawan pengolahan informasi
3.              Proses pengembangan untuk aplikasi baru
4.              Pengoperasian
5.              Pengendalian dan pengamanan

Manajemen fungsi pengolahan informasi, hal – hal yang perlu dievaluasi diantaranya:
1.   Pengembangan dan pemeliharaan suatu rencana induk pengembangan
2.  Anggaran dan prosedur lain untuk alokasi sumber daya dan pengendaliannya
3.  Prosedur laporan manajemen untuk mengidentifikasi dan memperbaiki pelaksanaan yang kurang memuaskan

Pengendalian dan pengamanan, hal – hal yang perlu di evaluasi adalah:
1.   Prosedur pengendalian mutu
2.  Pengamanan ruang komputer, file, program, dsb
3.  Penyediaan pencadangan (back up) untuk file
4.  Rencana penyesuaian (contygensi) untuk kegagalan peralatan

Evaluasi fungsi sistem informasi bisa dikerjakan oleh:
1.   Tim audit khusus yang dikumpulkan untuk maksud ini yang diambil dari antara eksekutif organisasi
2.  Tim audit intern yang mengerjakan audit oprasional
3.  Organisasi konsultan luar

Evaluasi sistem perangkat keras dan lunak yang masih berlaku bertujuan untuk:
1.   Untuk menentukan apakah sumber daya diperlukan
2.  Apakah sumber daya sistem yang harus diganti
3.  Apakah pengaturan kembali sumber daya akan memperbaiki daya guna sistem
4.  Apakah penambahan sumber daya akan memperbaiki ketepatgunaan sistem




C.     Lingkup Data
1.      Hierarki data
urutan sebuah data. Hierarki membentuk sesuatu pada beberapa aturan yang khusus atau berdasarkan peringkat (misalnya kompleksitas dan tanggung jawabnya). Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun kedalam sebuah hirarki, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling komplek.
2.     Pemprosesan data
a.      Batch
Batch processing adalah suatu model pengolahan data, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.
Memproses transaksi dalam kelompok atau batch. Tidak ada interaksi pengguna diperlukan sekali batch processing sedang berlangsung. Ini membedakan batch processing dari proses transaksi, yang melibatkan transaksi pengolahan satu per satu dan membutuhkan interaksi pengguna. Sementara batch processing dapat dilakukan setiap saat, itu sangat cocok untuk mengakhiri-of-siklus pengolahan, seperti untuk memproses laporan bank pada akhir hari, atau menghasilkan gaji bulanan atau dua mingguan.
b.     Online
Online adalah sebagai  data yang sebagai refleksi langsung diproses saat dimasukkan, pengguna biasanya hanya harus menunggu waktu yang singkat untuk jawaban. (ex. game, pengolah kata, sistem pemesanan). Pengolahan interaktif atau online mengharuskan pengguna untuk memasok input.
Keuntungan: Interaktif atau pengolahan online memungkinkan pengguna untuk input data dan mendapatkan hasil dari pengolahan data yang segera
c.      Real time
Real time Input terus menerus, secara otomatis diperoleh dari sensor, misalnya, yang segera diproses untuk menanggapi masukan dalam waktu sesedikit mungkin. Setelah sistem ini selesai menanggapi membaca set berikutnya input data segera memproses itu. Sistem ini tidak memerlukan pengguna untuk mengontrolnya, ia bekerja secara otomatis.
Keuntungan: Setiap kali ada reaksi cepat diperlukan karena beberapa jenis perubahan, pengolahan real time dapat mengambil tindakan tanpa perlu pengguna atau waktu proses yang lama terlebih dahulu
3.     Penyimpanan data
a.   DASD
DASD atau Direct Access Storage Device merupakan suatu organisasi atau penyusunan data di suatu medium penyimpanan yang memungkinkan catatan-catatan ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Untuk mengakses data tersebut digunakan metode akses langsung yaitu magnetic disk, magnetic tape, optical laser disk.
b.  SASD
SASD atau Sequential Access Stroge Device merupakan data penyimpanan untuk dimasukan kedalam sebuah catatan yang telah disusun tertentu yang merupakan jenis memory eksternal mempunyai akses data secara tidak langsung (berurutan).



D.     Database
Database adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer  secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri basis data tersebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS).
Konsep dasar dari baris data adalah kumpulan dari catatan – catatan atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan didalamnya. Penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan objek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan diantara objek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasikan skema atau memodelkan struktur basis data ini dikenal sebagai model basis  data atau model data. Model yang umu digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilahnya mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap label terdiri dari baris dan kolom.
Istilah database mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunak seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data. Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.
Jadi secara konsep basis data atau database adalah kumpulan dari data-data yang membentuk suatu berkas (file) yang saling berhubungan (relation) dengan tatacara yang tertentu untuk membentuk data baru atau informasi. Atau basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan (relasi) antara satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan skema atau struktur tertentu. Pada komputer, basis data disimpan dalam perangkat hardware penyimpan, dan dengan software tertentu dimanipulasiunruk kepentingan atau keguanaan tertentu. Hubungan atau relasi data biasanya ditunjukkan dengan kunci (key) dari tiap file yang ada. Data merupakan fakta atau nilai (value) yang tercatat atau merepresentasikan deskripsi dari suatu objek. Data yang merupakan fakta yang tercatat dan selanjutnya dilakukan pengolahan (proses) menjadi bentuk yang berguna atau bermanfaat bagi pemakainya akan membentuk apa yang disebut informasi. Bentuk informasi yang kompleks dan teritegrasi dan pengolahan sebuah database dengan komputer akan digunakan untuk proses pengambilan keputusan pada manajemen akan membenuk Sistem Informasi Manajemen (SIM), data dalam basis data merupan item terkecil dan terpenting untuk membangun basis data yang baik dan valid.

Data dalam basis data bersifat integrated dan shared:
1.   Terpadu (integrated), berkas – berkas data yang ada pada basis data saling terkait (terjadi dependensi data)
2.  Berbagai data (shared), data yang sama dapat dipakai oleh sejumlah pengguna dalam waktu yang  bersamaan. Sering dinamakan sebagai sistem multiuser

Tujuan dari diakannya database:
1.   Menyediakan penyimpanan data untuk dapat digunakan oleh organisasi saat sekarang dan masa datang
2.  Sebagai cara pemasukan data sehingga memudahkan tugas operator dan menyangkut pula waktu yang diperlukan oleh pemakai untuk mendapatkan data serta hak – hak yang dimiliki terhadap data  yang ditangani
3.  Pengendalian data untuk setiap siklus agar data selalu up to date dan dapat mencerminkan perubahan spesifik yang terjadi disetiap sistem
4.  Pengendalian data untuk setiap kemungkinan penambahan, modifikasi, pencurian, dan gangguan-gangguan lain.

Suatu bangunan database memiliki jenjang sebagai berikut:
1.     Karakter, merupakan bagian data terkecil yang berupa angka, huruf, atau karakter khusus yang membentuk sebuah item data atau field.
2.    Field/ item, merupakan representasi suatu atribut dan record yang sejenis yang menunjukan suatu aitem dari data.
3.    Record/rekaman, merupakan kumpulan dari field membentuk suatu record. Record menggambarkan suatu unit data individu tertentu.
4.    File, merupakan kumpulan dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data yang sejenis.
5.    Database, merupakan kumpulan dari file atau tabel yaang membentuk suatu database.

Komponen-komponen database adalah:
1.  Hardware, sebagai pendukung operasi pengolahan data seperti CPU, memori, disk, terminal dan sebagainya
2.   Software sistem informasi seperti windows 9x, windows 2000/XP, linux, dan unix
3.     Software pengelola basis data seperti  ms-access, SQL, oracle
4.     Software program aplikasi seperti visual basic, delphi, visual foxpro
5.     Basis data
6.     Pemakai / pengguna basis data

Kelebihan dan kekurangan database:
1. Memiliki kemampuan yang baik untuk melakukan manajemen sistem database
Kelebihan Database Oracle yang pertama adalah mampu untuk melakukan manajemen sistem data dengan baik. Hal ini memungkinkan user ataupun programmer yang menggunakan Database Oracle dapat melakukan manajemen basis data dengan baik danga sempurna.

2. Jumlah data dan juga angka yang dihandle sangat besar
Sesuai dengan sejarah yang sudah pernah dituluskan oleh Oracle pada awal berdiri, sistem Database Oracle mampu untuk menghandel data dan juga angak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga penggunaan dari Database Oracle sangat efektif untuk ditanamkan pada perusahaan – perusahaan dengan skala besar dan multicorporate. Dengan penggunaan Database Oracle, maka semua data yang dimiliki oleh perusahaan besar tersebut mampu untuk dihandle dengan mudah dan juga cepat.

3. Dapat mengolah data dengan cepat dan akurat
Pengolahan data yang dapat dilakukan oleh Database Oracle merupakan salah satu pengolahan data yang cepat dan juga akurat. Yang penting adalah, anda sebagai user ataupun programmer yang menggunakan Database Oracle mengerti cara mengoperasikannya, maka hasil dar pengolahan data akan muncul secara akurat tanpa ada kesalahan. Selain tu, berkat spesifikasi yang tinffi dari Oracle, sistem manajemen basis data ini juga dapat bekerja lebih cepat dbandingkan sistem DBMS yang lainnya.

4. Memiliki kemampuan untuk melakukan cluster server
keunggulan dari Database Oracle, yang mungkin tidak dimiliki oleh vendor DBMS lainnya. Database Oracle mampu untuk mengimplementasikan manaemen basis data ynag bersumber dari multi server, atau yang dalam istilah Database Oracle disebut sebagai Technology Cluster Server. Hal ini memungkinkan Database Oracle dapat melakukan manajemen data dengan menggunakan lebih dari 1 server. Apabila suatu instansi memiliki 50 server, maka Database Oracle mampu untuk mengolah seluruh data yang dimiliki oleh ke-50 server tersebut secara aktif, tanp ada gangguan sama sekali.

5. Dapat melakukan management User
Database Oracle juga memilikki kelebihan lainnya, yaitu mampu untuk melakukan management user. Hal ini berkaitan dengan pembatasan hak yang dimiliki oleh user, jadi anda dapat melakukan hal tersebut dengan menggunakan Database Oracle.

Multi-Platform
Multi platform, berarti Database Oracle bisa digunakan pada berbagai macam platform. Berbeda dengan Microsoft SQL Server yang hanya bisa digunakan pada SIstem Operasi Windows saja, maka Database Oracle bisa beroperasi pada SIstem Operasi lainnya, seperti Mac, dan juga Linux.

7. Pemrosesan data yang cepat
Keunggulan utama dari sistem basis data yang diberikan oleh Database Oracle adalah pemosesan dari pengolahan data yang cepat. Hal ini akan membantu meningkatkan efisiensi waktu dari suatu instansi, dan membuat banyak biaya penyelenggaraan IT menjadi lebih kecil.

8. Memiliki kemampuan flashback

Flashback merupakan kemampuan untuk melakukan restore ulang pada suatu database yang tidak sengaja mengalami error, seperti mengalami mati listrik. Ketika anda melakukan manajemen database, pekerjaan yang sudah anda lakukan akan tersimpan otomatis, sehingga ketika mengalami masalah dengan komputer ataupun mengalami mati listrik, pekerjaan anad bisa di-restore kembali dengan menggunaan fitur flashback ini.

E.     Peranan database dan DBMS dalam memecahkan masalah dalam psikologi
Seorang psikolog yang bekerja dirumah sakit, dan sekaligus bekerja sebagai psikolog yang menangani permasalahan yang terjadi  disekolah. Begitu banyak klien yang ditangani oleh psikolog tersebut, dikarenakan psikolog  tersebut bekerja di dua tempat yang berbeda. Ia memelurkan komputer untuk menyimpan data-data klien nya. Karena hasil dari konseling dengan ia, benar-benar sangat rahasia dan rahasia tersebut harus terjaga dengan baik. Sangat diperlukannya database untuk menyimpan seluruh hasil konseling klien nya tersebut. Dari konseling pertama hingga konseling terakhir. Guna meninjau sejauh mana perkembangan klien dari setiap konseling yang telah di jalankan bersama psikolog tersebut.


F.    Sistem Pengolahan Data
Sistem pengolahan data adalah suatu kesatuan yang saling berhubungan atau integrasi untuk membentuk suatu sistem antara data, perangkat keras, perangkat lunak, prosedur pengolahan, atau tenaga pelaksana.
Terdapat 4 jenis sistem pengolahan data, yaitu:
1.   Sistem manual
Sistem ini hanya terdiri atas orang, pulpen, pensil, dan buku besar untuk pembukuan entry. Buku besar menggambarkan record dari operasi perusahaan.
2.  Mesin keydriven
Mesin keydriven seperti cash register, mesin ketik, dan kalkulator meja meringankan tugas pengurusan data yang besar. Mesin tersebut memberikan kemampuan untuk membukukan aktivitas perusahaan ke buku besar dengan lebih cepat dan akurat daripada yang dapat dilakukan oleh sistem manual.
3.  Mesin punched card
Dengan cara yang sama, sejumlah organisasi yang besar mencatat transaksi mereka dalam bentuk punched card (kartu berlubang) dan menggunakan mesin punched card untuk melakukan pemeliharaan dan pengolahan file yang penting. Lubang pada  kartu menggambarkan status perusahaan. Secara praktis, semua mesin punched card telah digantikan oleh komputer.
4.  Komputer
Sekarang semua organisasi yang besar dan sebagian besar organisasi yang lebih kecil mengandalkan komputer untuk melakukan mayoritas pengolahan data mereka.

Tujuan Sistem Pengolahan Data
Untuk menghasilkan dan memelihara record perusahaan yang akurat dan up to date. Tidak seperti halnya aplikasi komputer utama, yaitu MIS, DSS, OA, dan expert sistem, perusahaan tidak memutuskan apakah ia akan menjalankan pengolahan data. Perusahaan telah diberikan untuk memelihara record aktivitasnya. Elemen yang ada dalam lingkungan, seperti pemerintah federal dan negara bagian di Amerika Serikat, pemegang saham, dan lembaga keuangan menghendaki agar perusahaan melakukan pengolahan data. Namun, walaupun lingkungan tidak menghendakinya, manajemen perusahaan tetap saja akan melakukan sistem pengolahan data sebagai cara untuk mengontrol aktifitas perusahaan.




G.     Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem informasi pada level manajemen yang berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan dengan menyediakan resume rutin dan laporan-laporan tertentu, Fatta (2007).
Sistem informasi manajemen adalah merupakan sistem yang mengolah serta mengorganisasikan data dan informasi yang berguna untuk mendukung pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi, Rinaldi (2016).
Menurut Raymond McLeod Jr (dalam Anggadini) sistem informasi manajemen adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang  menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan serupa.
Sistem informasi manajemen adalah pendekatan yang terorganisir dan terencana untuk memberikan eksekutif bantuan informasi yang memberikan kemudahan bagi proses manajemen, Komaruddin (dalam Anggadini).

Proses Manajemen
1.      Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktiifitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
2. Pengendalian, setelah rencana dibuat rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja   harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya.
3.   Pengambilan keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternatif disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manejerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih




H.     Sistem Penunjang Keputusan
Suatu sistem informasi berbasis komputer yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat  juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjad informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi tersturktur yang spesifik.
          Sistem penunjuang keputusan adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasikan untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak  terstruktur, dimana tak seorang pun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat, Turban (dalam Riadi, 2013).
Tahapan Sistem Penunjuang Keputusan
1.      Definisi masalah
2.     Pengumpulan data atau elemen informasi  yang relevan
3.   Pengolahan data menjadi informasi baik  dalam bentuk lapora grafis maupun tulisan
4.     Menentukan alternatif-alternatifsolusi

Tujuan dari Sistem Penunjang Keputusan
1.   Membantu menyelesaikan masalah semi terstruktur
2.  Mendukung manajer dalam mengambil keputusan suatu masalah
3.  Meningkatkan efektifitas bukan efesiensi pengambilan keputusan.

Sprague dan Watson mendefinisikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama yaitu (Sprague et.al, 1993):
1.   Sistem yang berbasis komputer.
2.  Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan
3.  Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang mustahil dilakukan dengan kalkulasi manual
4.  Melalui cara simulasi yang interaktif
5.  Dimana data dan model analisis sebaai komponen utama

Komponen Sistem Penunjang Keputusan:
1.   Database management, merupakan subsistem data yang terorganisasi dalam suatu basis data. Data yang merupakan suatu sistem pendukung keputusan berasal dari luar maupun dalam lingkungan. Untuk keperluan SPK, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.
2.  Model base, merupakan suatu model yang mereprenstasikan permasalahan kedalam format kuantitatif sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan termasuk didalam permasalahan, komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada, dan hal-hal terkait lainnya. Model base memungkinkan pengambilan keputusan menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan mengembangkan solusi alternatif.
3.  User interface / pengelolaan dialog, merupakan penggabungan antara dua komponen sebelumnya yaitu database management dan model base yang disatukan dalam komponen ketiga, setelah sebelumnya dipresentasikan dalam bentuk model yang dimengertikomputer. User interface menampilakn keluaran sistem bagi pemakai dan menerima masukan dari pemakai kedalam sistem pendukung keputusan.














Sumber
Fatta, H. I. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi. Yogyakarta: CV. Andi Offset
https://id.wikipedia.org/wiki/Pangkalan_data .  Diakses pada 15 Januari 2017
Anggadini, S. R. Analisis Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer dalam Proses Pengambilan  Keputusan. Jurnal Ekonomi. Vol 11. No 2. http://jurnal.unikom.ac.id/_s/data/jurnal/volume-11-2/02-miu-11-2-sri-dewi.pdf/pdf/02-miu-11-2-sri-dewi.pdf
Riadi, M. (2013). http://www.kajianpustaka.com/2013/09/sistem-pendukung-keputusan-spk.html . diakses pada 15 januari 2017