Komunikasi dalam Manajemen
Pengertian Komunikasi:
Menurut William Albig (dalam Nugroho, 2006), komunikasi adalah
proses pengoperan lambang-lambang dua orang atau lebih, atau pertukaran ide,
perasaan dan pikiran. Menurut Carl L. Hovland (dalam Suprapto, 2009),
komunikasi adalah proses dimana seseorang individu atau komunikator mengoperkan
stimulan biasanya dengan lambang-lambang bahasa (verbal maupun non-verbal),
untuk mengubah tingkah laku orang lain. Menurut Bernard Berelson dan
Gery A. Steiner (dalam Wiryanto, 2004), komunikasi adalah transmisi informasi,
gagasan, emosi keterampilan dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol,
dan sebagainya. Tindakan atau proses transimisi itulah yang biasanya disebut
komunikasi.
Proses Komunikasi:
Proses komunikasi adalah setiap langkah mulai dari saat
menciptakan informasi sampai dipahami oleh komunikan. Komunikasi adalah sebuah
proses, sebuah kegiatan yang berlangsung kontinu. Menurut Joseph De Vito (dalam
Suprapto, 2009), mengemukakan komunikasi adalah transaksi.
Hambatan Komunikasi:
Menurut Robbins (dalam Haryadi, 2009) ada 4 hambatan komunikasi,
yaitu:
a.
Perbedaan Bahasa dan Persepsi
Bahasa sangat penting dalam komunikasi, bahasa bertujuan untuk
menyamakan persepsi dan menstransfer informasi.
b.
Gangguan Komunikasi
Ada 2 macam gangguan komunikasi, yaitu:
1.
Gangguan Emosional, yaitu pesan
akan sulit disampaikan dalam keadaan kecewa, marah, dan takut. Hal ini lah yang
menyebabkan gagasan dan perasaan sering menyulitkan dalam bersikap objektif.
2.
Gangguan fisik, yaitu hubungan
yang buruk, akustik yang jelek, dan tulisan yang tidak dapat dibaca. Walaupun gangguan
ini terlihat sepele namun dapat menghambat pesan yang sebenarnya efektif.
c.
Overload informasi
Hambatan yang ada karena terlalu banyak informasi yang didapat,
komunikasi dapat terganggu karena materi dari informasi tersebut sangat rumit
dan kontroversial.
d.
Penyaringan Informasi yang Tidak
Lengkap
Menyaring informasi dapat mempengaruhi jumlah dan mutu informasi
yang diteruskan dan tentunya akan mempengaruhi komunikasi efektif yang
diharapkan.
Komunikasi interpresonal efektif dalam organisasi:
Komunikasi dalam organisasi atau perusahaan dapat menentukan
efektif atau tidaknya dalam suatu penyampaian pesan atau perintah antar anggota
organisasi, baik antar atasan dengan bawahan (downward communication), bawahan
dengan atasan (upward communication), maupun antar anggota yang jabatannya
setaraf (lateral communication). Secara sederhana, komunikasi adalah proses
penyampaian atau transfer dan pemahaman suatu pengertian (meaning). Jadi dalam
berkomunikasi kita harus efektif menyampaikan pesan yang ada pada kita kepada
orang lain. Adapun berkomunikasi secara langsung dan sesuai dengan pesan yang
ingin disampaikan kepada orang lain. Karena dapat mengubah sikap, pendapat dan
perilaku seseorang dengan efek umpan balik secara langsung. Proses berkomunikasi
dimulai dari adanya diterima oleh penerima. Adapun komunikasi interpersonal
efektif dalam suatu organisasi mencakup dua bagian yaitu componental dan
situational.
1.
Componental, menjelaskan
komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal
ini adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang
lain dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik
dengan segera.
2.
Situational, interaksi tatap muka
antara dua orang dengan potensi umpan balik langsung dengan situasi yang
mendukung disekitarnya.
Model pengolahan informasi:
1.
Rational, model ini berasumsi
bahwa orang beroperasi dalam mode pengolahan dikontrol menggunakan prosedur
analitis.
2.
Limited Capacity, model ini
menunjukan bagaimana orang menyederhanakan pengolahan informasi.
3.
Expert, model ini bergantung pada
model Limited Capacity.
4.
Cybernetic, model ini berpendapat
bahwa informasi diproses dari waktu ke waktu.
Model Interaktif Manajemen:
1.
Confidance, kenyamanan dapat
membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan suatu kepercayaan dan
pengertian.
2.
Immediacy, suatu model organisasi
yang membuat suatu organisasi tersebut menjadi segar dan tidak membosankan.
3.
Interaction Management, adanya
berbagai interaksi dalam manajemen seperti mendengarkan dan juga menjelaskan
kepada berbagai pihak yang bersangkutan.
4.
Expressiveness, mengembangkan
suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku.
5.
Other Orientation, adanya
komunikasi antara komunikasi dengan pihak satu dengan pihak yang lain. Sebagai tukar
menukar informasi.
Daftar pustaka:
Agnes, F. R. (2014). Komunikasi
dalam manajemen. Diakses pada 20 Januari 2014 dari http://ratufarahagnes1.blogspot.co.id/2014/01/komunikasi-dalam-manajemen.html
Haryadi, H. (2009). Administrasi
perkantoran untuk manajer & staff. Jakarta: Transmedia Pustaka.
Nugroho, W. (2006). Komunikasi
dalam keperawatan gerontik. Jakarta: EGC.
Putri, I. H. (2014). Komunikasi dalam manajemen. Diakses pada
09 Januari 2014 dari http://hanuminestyaputri.blogspot.co.id/
Suprapto, T. (2009). Pengantar
teori & manajemen komunikasi. Yogyakarta: Medpress.
Wiryanto. (2004). Pengantar
ilmu komunikasi. Jakarta: Grasindo.



