Senin, 04 Januari 2016

Tugas Psikologi Manajemen 4

Komunikasi dalam Manajemen

Pengertian Komunikasi:


Menurut William Albig (dalam Nugroho, 2006), komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang dua orang atau lebih, atau pertukaran ide, perasaan dan pikiran. Menurut Carl L. Hovland (dalam Suprapto, 2009), komunikasi adalah proses dimana seseorang individu atau komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan lambang-lambang bahasa (verbal maupun non-verbal), untuk mengubah tingkah laku orang lain. Menurut Bernard Berelson dan Gery A. Steiner (dalam Wiryanto, 2004), komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi keterampilan dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol, dan sebagainya. Tindakan atau proses transimisi itulah yang biasanya disebut komunikasi.

Proses Komunikasi:



Proses komunikasi adalah setiap langkah mulai dari saat menciptakan informasi sampai dipahami oleh komunikan. Komunikasi adalah sebuah proses, sebuah kegiatan yang berlangsung kontinu. Menurut Joseph De Vito (dalam Suprapto, 2009), mengemukakan komunikasi adalah transaksi.

Hambatan Komunikasi:



Menurut Robbins (dalam Haryadi, 2009) ada 4 hambatan komunikasi, yaitu:
a.   Perbedaan Bahasa dan Persepsi
Bahasa sangat penting dalam komunikasi, bahasa bertujuan untuk menyamakan persepsi dan menstransfer informasi.
b.   Gangguan Komunikasi
Ada 2 macam gangguan komunikasi, yaitu:
1.   Gangguan Emosional, yaitu pesan akan sulit disampaikan dalam keadaan kecewa, marah, dan takut. Hal ini lah yang menyebabkan gagasan dan perasaan sering menyulitkan dalam bersikap objektif.
2.   Gangguan fisik, yaitu hubungan yang buruk, akustik yang jelek, dan tulisan yang tidak dapat dibaca. Walaupun gangguan ini terlihat sepele namun dapat menghambat pesan yang sebenarnya efektif.
c.    Overload informasi
Hambatan yang ada karena terlalu banyak informasi yang didapat, komunikasi dapat terganggu karena materi dari informasi tersebut sangat rumit dan kontroversial.
d.   Penyaringan Informasi yang Tidak Lengkap
Menyaring informasi dapat mempengaruhi jumlah dan mutu informasi yang diteruskan dan tentunya akan mempengaruhi komunikasi efektif yang diharapkan.

Komunikasi interpresonal efektif dalam organisasi:



Komunikasi dalam organisasi atau perusahaan dapat menentukan efektif atau tidaknya dalam suatu penyampaian pesan atau perintah antar anggota organisasi, baik antar atasan dengan bawahan (downward communication), bawahan dengan atasan (upward communication), maupun antar anggota yang jabatannya setaraf (lateral communication). Secara sederhana, komunikasi adalah proses penyampaian atau transfer dan pemahaman suatu pengertian (meaning). Jadi dalam berkomunikasi kita harus efektif menyampaikan pesan yang ada pada kita kepada orang lain. Adapun berkomunikasi secara langsung dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain. Karena dapat mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang dengan efek umpan balik secara langsung. Proses berkomunikasi dimulai dari adanya diterima oleh penerima. Adapun komunikasi interpersonal efektif dalam suatu organisasi mencakup dua bagian yaitu componental dan situational.

1.   Componental, menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera.
2.   Situational, interaksi tatap muka antara dua orang dengan potensi umpan balik langsung dengan situasi yang mendukung disekitarnya.

Model pengolahan informasi:
1.   Rational, model ini berasumsi bahwa orang beroperasi dalam mode pengolahan dikontrol menggunakan prosedur analitis.
2.   Limited Capacity, model ini menunjukan bagaimana orang menyederhanakan pengolahan informasi.
3.   Expert, model ini bergantung pada model Limited Capacity.
4.   Cybernetic, model ini berpendapat bahwa informasi diproses dari waktu ke waktu.

Model Interaktif Manajemen:
1.   Confidance, kenyamanan dapat membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan suatu kepercayaan dan pengertian.
2.   Immediacy, suatu model organisasi yang membuat suatu organisasi tersebut menjadi segar dan tidak membosankan.
3.   Interaction Management, adanya berbagai interaksi dalam manajemen seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan.
4.   Expressiveness, mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku.
5.   Other Orientation, adanya komunikasi antara komunikasi dengan pihak satu dengan pihak yang lain. Sebagai tukar menukar informasi.

Daftar pustaka:
Agnes, F. R. (2014). Komunikasi dalam manajemen. Diakses pada 20 Januari 2014 dari http://ratufarahagnes1.blogspot.co.id/2014/01/komunikasi-dalam-manajemen.html
Haryadi, H. (2009). Administrasi perkantoran untuk manajer & staff. Jakarta: Transmedia Pustaka.
Nugroho, W. (2006). Komunikasi dalam keperawatan gerontik. Jakarta: EGC.
Putri, I. H. (2014). Komunikasi dalam manajemen. Diakses pada 09 Januari 2014 dari http://hanuminestyaputri.blogspot.co.id/

Suprapto, T. (2009). Pengantar teori & manajemen komunikasi. Yogyakarta: Medpress.
Wiryanto. (2004). Pengantar ilmu komunikasi. Jakarta: Grasindo.