Psikologi Manajemen
A. Apa itu Manajemen?
Menurut Drs. Oey Liang Lee mengartikan
manajemen adalah ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan,
pengarahan dan pengawasan dari manusia untuk menentukan capaian tujuan
sebagaimana yang telah ditetapkan.
Pengertian manajemen menurut James A.F. Stoner adalah
proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan terhadap sumberdaya
organisasi lainnya supaya tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan yang
ditetapkan.
Pengertian manajemen menurut R. Terry adalah suatu
proses khas terdiri tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan dan pengontrolan yang dilakukan dalam menentukan serta mencapai
target yang sudah ditetapkan lewat pemanfaatan sumberdaya manusia dan lainnya.
Pengertian manajemen menurut Stonner adalah suatu
proses dalam membuat perencanaan, ppengorganisasian, mengendalikan dan memimpin
segala macam usaha daripada anggota organisasi dan menggunakan segala sumber
daya organisasi dalam mencapai sasaran.
Pengertian manajemen menurut Lawrence A. Appley adalah
suatu seni untuk mencapai tujuan tertentu lewat usaha yang dilakukan oleh orang
lain.
B. Apa itu Kepemimpinan?
Proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin
kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara ilmiah
mempelajari kemimpinan adalah “melakukan dalam kerja” dengan praktik seperti
pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan
ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari perannya memberikan
pengajaran/instruksi.
Tipe-tipe Kepemimpinan, adalah sebagai berikut:
1.
Tipe
Kepemimpinan Kharismatik
Tipe ini
memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk
mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar
jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya.
2.
Tipe
Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik
Tipe ini lebih
identik dengan kepemimpinan yang ke bapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut;
a. Mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau
anak sendiri yang perlu dikembangkan, b. Mereka bersikap terlalu melindungi, c.
Mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan
sendiri, d. Mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan
untuk berinisiatif, e. Mereka memberikan atau haimpir tidak pernah memberikan
kesempatan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri, f. Selalu bersikap
maha tau dan maha benar.
3.
Tipe
Kepemimpinan Maliteristik
Tipe ini
sangat mirip dengan tipe otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan
militeristik adalah: a. Lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando,
keras, bijaksana, b. Menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, c. Sangat
menyenangi formalitas, d. Menurut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya,
e. Tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari
bawahannya, f. Komunikasi hanya berlangsung searah.
4.
Tipe
Kepemimpinan Otokratis
Tipe ini
memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. Mendasarkan diri pada kekuasaan dan
paksaan mutlak yang harus di patuhi, b. Pemimpinnya selalu berperan sebagai
pemain tunggal, c. Berambisi untuk merajai situasi, d. Setiap perintah dan
kebijakan selalu ditetapkan sendiri, e. Bawahan tidak pernah diberi informasi
yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan, f. Semua
pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan
pribadi, g. Adanya sikap eksklusifme, h. Sikap dan prinsipnya sangat
konservatif, kuno, ketak dan kaku, i. Pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahannya
apabila mereka patuh.
5.
Tipe
Kepemimpinan Laissez Faire
Tipe ini
praktis pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang
berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam
kegiatan kelompoknya.
6.
Tipe
Kepemimpinan Populistis
Tipe ini
berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisional, tidak mempercayai
dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini
mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.
7.
Tipe
Kepemimpinan Administratif
Tipe ini, tipe
yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpin
biasanya terdiri dari teknorat-teknorat dan administratur-administratur yang
mampu menggerakan dinamika moderenisasi dan pembangunan.
8.
Tipe
Kepemimpinan Demokratis
Tipe ini
berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efesien kepada para
pengikutnya.
C. Definisi Perencanaan
Menurut Garth N. Jone perencanaan adalah
suatu proses pemilihan dan pengembangan dari pada tindakan yang paling baik
untuk pencapaian tugas.
Menurut M. Farland perencanaan adalah suatu
fungsi dimana pimpinan kemungkinan menggunakan sebagaian pengaruhnya untuk
mengubah daripada wewenangnya.
Menurut Abdulrachman perencanaan adalah
pemikiran rasional berdasarkan fakta-fakta dan atau perkiraan yang mendekat
sebagai persiapan untuk melaksanakan tindakan-tindakan kemudian.
D. Jelaskan langkah-langkah dalam menyusun perencanaan
Proses perencanaan terdiri dari 5 tahap:
1)
Penetapan
tujuan organisasi
2)
Mendefinisikan
situasi sekarang (berjalan)
3)
Mengenal
dukungan dan kendala
4)
Mengembangkan
premis perencanaan
5)
Mengembangkan
metode pengawan operasi berencana
E. Jelaskan manfaat perencanaan dalam manajemen
Perencanaan mempunyai banyak manfaat diantaranya sebagai
berikut:
1)
Membantu
manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan.
2)
Membantu
dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama.
3)
Memungkinkan
manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.
4)
Pemilihan
berbagai alternatif terbaik.
5)
Standar
pelaksanaan dan pengawasan.
6)
Penyusunan
skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan.
F. Jelaskan jenis perencanaan dalam organisasi
1)
Perencanaan
Strategis
Rencana yang dikembangkan
untuk mencapai tujuan strategis. Tepaynya, rencana strategis adalah rencana
umum yang mendasari keputusan alokasi sumber daya, prioritas, dan
langkah-langkah tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan strategis.
2)
Perencanaan
Taktis
Rencana
ditujukan untuk mencapai tujuan taktis, dikembangkan untuk mengimplementasikan
bagian tertentu dari rencana strategis.
3)
Perencanaan
Operasional
Rencana yang
diibaratkan pada perencanaan rencana taktis untuk mencapai tujuan operasional.
Dikembangkan oleh manajer tingkat menengah dan tingkat bawah, rencana
operasional memiliki fokus jangka pendek dan lingkup yang relatif lebih sempit.
4)
Perencanaan
Kontinjensi
Penentuan
serangkaian tindakan alternatif jika suatu rencana tindakan secara tidak
terduga tertanggu atau dianggap tidak sesuai lagi.
Perenanaan untuk organisasi
G. Sumber Refensi
